28
Dec

Hutan Wisata

Berikut ini daftar Hutan Wisata yang terdapat di Kabupaten Karanganyar.

1. Puncak Lawu
Lokasi : Gondosuli, Tawangmangu.
Fasilitas : Jalan setapak, pos keamanan, penunjuk arah.

2. Pringgodani
Lokasi : Blumbang, Tawangmangu.
Fasilitas : Pancuran tujuh, barak penginapan, tempat ziarah (petilasan panambahan Koconagoro), jalan setapak.

3. Sekipan
Lokasi : Kalisoro, Tawangmangu.
Fasilitas : Gedung pertemuan, arena camping, arena perkemahan, jalan setapak.

4. Gunung Bromo
Lokasi : Delingan, Karanganyar.
Fasilitas : Panggung hiburan, arena bermain anak-anak, kopel peristirahatan, hutan lindung, petilasan Nyi Ageng Serang, jalan aspal.

5. Grojogan Sewu
Lokasi : Kalisoro, Tawangmangu.
Fasilitas : Air terjun, kios cinderamata, kolam renang, hutan lindung, fauna (kera).

6. Air Terjun Jumok
Lokasi : Berjo, Ngargoyoso.
Fasilitas : Air terjun, kolam renang.

Source : Potensi Daerah Kab. Karanganyar 2007, Mas Didik Kurniawan ( :) )

28
Dec

Keadaan Geografis Kabupaten Karanganyar

Batas Wilayah
Utara : Kab. Sragen
Timur : Prop. Jawa Timur
Selatan : Kab. Wonogiri, Kab. Sukoharjo
Barat : Kota Surakarta, Kab. Boyolali

Luas Wilayah
Luas Wilayah : 773,78 km2
Terbagi dalam :
17 Kecamatan
162 Desa
15 Kelurahan
1.091 Dusun
2.313 Dukuh
1.871 RW
6.130 RT

Letak Geografis
Kabupaten Karanganyar terletak pada 110040’ – 110070’ BT, 7028’ – 7070’ BT

Iklim dan Suhu
Iklim : Tropis
Suhu : 200C – 310C

Source : BAPPEDA Kab. Karanganyar

27
Dec

Visi Dan Misi Kabupaten Karanganyar

VISI
Karanganyar sebagai daerah yang maju, adil, makmur, berketahanan dan mandiri, dalam suasana tentram, dengan industri, pertanian dan pariwisata yang handal, didukung oleh masyarakat yang sehat jasmani dan rohani, berbudi luhur, demokratis, bersatu padu serta berkepribadian bangsa.

MISI
- Menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai daerah industri, baik industri menengah maupun industri kecil yang maju.
- Menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai daerah pertanian yang berwawasan agrobisnis dan agroindustri dengan mengembangkan produk unggulan yang kompetitif.
- Menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai daerah tujuan wisata utama di Jawa Tengah yang menarik wisman dan wisnus.
- Menjadikan Kabupaten Karangayar sebagai pusat Pendidikan dan Pengembangan SDM yang menguasai Iptek, berjiwa Imtaq, berkepribadian bangsa dan berwawasan kedepan.
- Menjadikan masyarakat Kabupaten Karanganyar sejahtera lahir dan batin.
- Mengembangkan sistem informasi yang selalu disesuaikan dengan perkembangan sarana telekomunikasi dan komunikasi sebagai media promosi yang efektif bagi potensi dan perkembangan daerah Kabupaten Karanganyar.
- Meningkatkan upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Source : Potensi Daerah Kab. Karanganyar Tahun 2007

27
Dec

Mohon Maaf

Saya mohon maaf sekali, sudah beberapa waktu ini, blog saya agak “terbengkalai” :) Pertama karena servernya kami pindah ke tempat yang lebih “aman”. Kedua karena tukang web-nya sok sibuk. Lagi bermetamorforsis jadi tukang kue..he he he. Mo bukti ? Nih liat disini : http://dapurnora.gasibu.com. Ketiga, lagi nyari data-data tentang Karanganyar tertjinta :) Alhamdulillah baru saja dapet, kumplit lagi (thanks for my father).

Jadi nanti kalau temen-temen ada yang perlu data tentang Karanganyar, bisa contact saya. Source-nya langsung dari BAPEDA Kab. Karanganyar. Jadi bisa dipertanggungjawabkan. Insya Allah.

Okeh, bentar lagi tahun baru…semoga blog ini juga punya “sesuatu” yang baru juga… ;)

18
Jul

Puncak Prosesi di Candi Cetho

KARANGANYAR – Candi Cetho yang ada di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi kemarin dibanjiri ribuan umat Hindu. Berpakaian khas tradisional Bali, pengunjung berdatangan dari berbagai wilayah di penjuru nusantara. Upacara Pancawali Krama yang digelar pertama kali dimulai pukul 10.00.

Sejak pagi, umat Hindu sudah menapaki puluhan tangga di Candi Cetho, sambil membawa sesaji yang dipersembahkan Sang Hyang Widi Wasa. Selanjutnya, sesaji tersebut dijadikan satu di teras bagian atas candi yang digunakan untuk pusat acara.

Upacara Pancawali Karma dipimpin oleh seorang padande atau pendeta yang berpakaian putih. Sambil membakar dupa, pandende itu melafalkan doa. “Upacara Pancawali Krama merupakan upacara >pancaruan< , untuk menyingkirkan kotoran-kotoran dari jagat nusantara. Selain itu, merupakan sarana pemujaan terhadap Sang Hyang Widi Wasa sebagai pencipta alam semesta," papar Ketua Panitia Upacara Pancawali Krama Sunarto.

Read the rest of this entry »

18
Jul

Seri 3 : SD Negeri Karanganyar 3

Inilah sekolah yang telah berhasil membuat saya bersekolah dengan waktu yang paling lama diantara jenjang sekolah-sekolah lain. Bayangkan, enam tahun ! Dengan warna seragam yang sama, halaman tempat bermain yang itu-itu juga, guru-guru yang sama, teman main yang itu-itu juga..tapi kok nggak bosen ya, enjoy aja ! It means, there is something in there ! He he he sok nginggris.

SD Negeri Karanganyar 3 ini terletak di tengah kota karanganyar, dekat buk siwaluh. Sekolahku ini sering banget dijadikan tempat untuk rapat guru-guru sekaranganyar. Soalnya bangunan sekolah yang unik banget. Dinding penyekat antar kelas,  ternyata dapat dibuka. Jadi ketika dinding itu dibuka semua, maka ada suatu ruangan yang panjang terbentang. Bayangkan aja gabungan dari 4 kelas ! Di bagian depan ada halaman yang luasnya lebih dari luas lapangan bulu tangkis. Di bagian belakang ada rumah pak bon (penjaga sekolah) dan kebun. Read the rest of this entry »

13
Jul

Tata Upacara Mantu

Perhelatan Perkawinan Menurut Adat Jawa

1. Pasang Tarup
Pada umumnya bangunan rumah yang tidak besar (tidak luas), tidak dapat menampung jumlah tamu yang banyak, oleh karena itu dibuat bangunan tambahan. Agar suasana perjamuan tampak indah, serasi dan semarak, bangunan tambahan tersebut dihias dengan gaba-gaba, berupa janur (daun kelapa yang masih muda), pelisir pare-anom (hijau kuning) atau gula-kelapa (merah putih) dan sebagainya. Pemasangan bangunan tambahan, gaba-gaba beserta ragam hiasnya tersebut disebut tarup.

Pasang tarup merupakan awal kegiatan peralatan mantu. Berbarengan dengan tarup tersebut disertakan upacara selamatan (wilujengan) yang berisi doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rosulullah dan para leluhur, agar perhelatan perkawinan dapat berjalan dengan lancar dan selamat sehingga tercapai apa yang diharapkan.

Hal yang disiapkan adalah selamatan rasulan, nasi asahan, nasi golong, ketan, kolak dan apem.

2. Upacara Buangan (Bucalan, Jawa)
Pengadaan sesaji untuk roh halus (yang baik maupun yang tidak baik) agar menjaga segala penjuru bumi, sumber air, kekayuan besar dan lain sebagainya, sehingga tidak ada yang mengganggu bahkan diharapkan membantu. Macam buangannya adalah pecok bakal dan gecok mentah.

Read the rest of this entry »

09
Jul

Sunan Kalijaga Dalam Mengawinkan Budaya Jawa Dan Islam

Penciptaan Tembang

Salah satu kreatifitas Sunan Kalijaga dalam syiar Islam adalah dedngan menciptakan tembang-tembang. Salah satu tembang yang sangat terkenal hingga sekarang adalah Ilir-ilir. Tafsir tentang ilir-ilir lebih dari satu, tergantung sudut pandang masing-masing. Ilir-ilir terdiri dari dua bagian, yang pertama bagian penyadaran, sedangkan yang kedua adalah bagian peringatan.

Bagian pertama berbunyi :

Ilir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak senggoh penganten anyar

Read the rest of this entry »

09
Jun

Bangunan Candi Hindu Ditemukan di Karanganyar

KARANGANYAR, SENIN – Sebuah bangunan candi kuno yang masih tertutup semak belukar, ditemukan di bukit Karang, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Bangunan Candi tersebut pertama ditemukan oleh masyarakat setempat, dilaporkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, dan setelah dicek ternyata benar, kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar Joko Suyanto, di Karanganyar, Senin (4/6). Read the rest of this entry »

09
Jun

Konsepsi Menuju Kesetaraan Jender Melalui Peran Dan Proses Pendidikan

(Konsepsi Mangkoenagoro I) – Bagian Kedua

Disamping upaya kesamaan tanggung jawab dan penaikan martabat serta harkat wanita di mata masyarakat Jawa, disisi lain juga membuktikan bahwa kaum wanita apabila dibina secara intens ternyat amenyimpan kekuatan yang tidak kalah dengan pria.

    3. Seniwati

Peran wanita sebagai seniwati tentunya tidak diragukan lai. Bahkan mulai dari masa adon yudo selama 16 tahun melawan kumpeni Belanda, wanita mampu sebagai seniman sesindhenan dan penari tayub. Senandung tembang yang merdu, tarian lemah gemulai dan bergairah memberikan nuansa bagi para prajurit untuk bersemangat memenangkan pertempuran.

Dalam masa kepemimpinan Mangkoenagoro I (MN I) telah diciptakan karya besar yang menjadi master piece Praja Mangkunagaran, yaitu tarian Badhaya Anglirmendhung yang merupakan monument lintasan perjuangan yang gagah berani. Tarian ini justru dipercayakan penuh kepada kaum wanita, baik penarinya yang berjumlah 7 orang, niyaga maupun sesindhennya. Sedang karya besar yang lain yaitu Badhaya Diradameta dan Badhaya Sukapratama diciptakan untuk seniman pria. Apabila Badhaya Anglirmendhung terinspirasi dari perang besaar di Ponorogo, Diradameta dan Sukapratama masing-masing mencerminkan perang Sitokepyak Rembang dan keberhasilan menyerang benteng Belanda di Yogyakarta. Read the rest of this entry »