Karanganyar yang saya ingat adalah sebuah daerah yang terletak di lereng Gunung Lawu, sebelah timur kota Solo. Kota yang tenang dan nggak bising, apalagi macet. Karanganyar jauh dari sebutan sebagai kota besar, nggak ada mall, nggak ada bioskop 21. Memang ada toko-toko kelontong yang besar, namun masih belum menggunakan sistem swalayan.

Ketika umur saya 4 tahun, pertama kali saya datang ke kota ini. Mengikuti orang tua yang pindah tugas dari Semarang. Karena masih kecil memang tidak banyak yang saya ingat saat itu. Mungkin hanya sesuatu yang sangat “membekas”, yang masih sanggup tersangkut di memori saya.

Saat itu saya tinggal di Komplek Perum Pelita di daerah Harjosari, Bejen. Tepatnya di sebelah timur terminal bus Bejen. Kalo tidak salah waktu itu, Perum Pelita termasuk kawasan elit. Di sana banyak tinggal pejabat-pejabat pemerintahan yang berpengaruh saat itu. Tapi apa pengaruhnya buat saya (:p), saya hanyalah anak kecil yang masih TK. Tidak peduli dengan kawasan elit atau istilah pejabat. Yang saya ingat, di sana banyak anak-anak kecil, teman main yang sebaya. Saat itu yang paling asyik adalah saya bisa main perang-perangan di kebun-kebun, cari ikan di sungai, main sepeda keliling komplek. Hal yang sangat jarang bisa dilakuin oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan oleh anak saya sekalipun !