Warung Pecel Bu UgieSemasa masih kecil, mungkin sekitar SD, saya sering diajak berenang ke Balekambang, Tawangmangu. Kebayangkan betapa dingin airnya, brrr.. seperti air es ! Seneng banget lho, tau sendiri gimana sensasi bermain air. Tapi abis itu perut jadi lapeeerrr. Kami sekeluarga biasanya langsung mencari makan siang yang mengenyangkan dan hangat.

Pilihannya selalu jatuh ke Warung Pecel Bu Ugie. Weks ! Pecel ? Kaget ya ? Memangnya anak-anak jaman sekarang, bentar-bentar makan mekdi atau KFC ? Jaman dulu nggak ada fastfood seperti itu. Tapi malah beruntung ya, jadi makanan kita lebih sehat. Kembali ke pecel. Pecel memang bukan makanan yang rumit, terdiri dari sayuran dan sambel kacang, disajikan dengan nasi putih hangat plus telur mata sapi. Walau agak sedikit pedas (menurut lidah saya yang nggak suka pedes), tapi tetep aja yummy ! Setelah itu ditutup dengan sop buntut yang hangat dan gurih. Hmmm….sluuurp !

Pokoknya pas banget lho, abis olah raga (berenang) trus makan banyak, lezat dan bergizi. Berapa tidak, ada karbohidrat, sayuran, protein, kumplit deh ! Didukung suasana pedesaan dan sejuknya udara Tawangmangu. Rasanya makin nikmat saja.

Sampai sekarang saya dan keluarga pasti menyempatkan diri untuk makan di Warung Pecel Bu Ugi, setiap kali kami pulang kampung. Rasa dan bentuk bangunannya masih sama seperti dulu. Tapi yang beda adalah, ngantrinya ! Ternyata sekarang orang rela ngantri 1 jam, hanya untuk makan nasi+sayur yang disiram kuah kacang ini. Tenang aja, semua perjuangan itu bakal kebayar begitu kita menikmati pecel dan sop buntutnya.

Warung Pecel Bu Ugie, Desa Kalisoro, Tawangmangu.