Soto Triwindu ini adalah soto favorit bapak saya, yang akhirnya juga jadi favorit anak-anaknya bahkan menantunya ! Kata bapak saya, beliau mulai jadi pelanggan warung soto ini sejak beliau masih SD. Wah ! Bener-bener pelanggan fanatik.

Warung Soto Triwindu ini terletak di dekat Pasar Triwindu, Solo. Pasar Triwindu merupakan pasar tradisional yang menjual aneka barang antik khas Solo, dan barang-barang spare-part mesin yang terbuat dari besi. Walaupun begitu, tempat sekitar warung ini tetap saja bersih. Jadi bagi pengunjung yang bersantap di sana, tetap merasa nyaman.

Bentuk bangunan warung ini masih tradisional. Dindingnya terbuat dari kayu, dan furniture-nya pun juga masih bergaya tempoe doeloe, masih meja panjang dan kursi kayu. Suasana ini tampak sekali dipertahankan untuk menguatkan nuansa tradisionalnya. Di bagian depan (bagian pintu masuk) adalah tempat meracik sotonya. Ada angkring yang didalamnya terdapat kuali besar berisi kuah soto yang diletakkan di atas anglo dengan bara arang yang menyala (untuk mempertahankan panas kuahnya). Di sisi angkring satunya adalah tempat menyimpan nasi, serta kelengkapan lainnya.

Lalu seperti apa sih sotonya sendiri ? Soto Triwindu disajikan dalam mangkuk yang terdiri dari nasi putih, taoge rebus, irisan daging sapi yang tipis dan empuk, disiram dengan kuah soto yang panas, gurih dan segar. Oya, sentuhan terakhir adalah taburan irisan daun seledri dan bawang goreng. Soto atau masakan berkaldu biasanya terasa agak “eneg”, tetapi soto triwindu ini berbeda, kuah sotonya sangat segar, mungkin karena menggunakan irisan belimbing wuluh (belimbing sayur) kali ya…atau memang ada rahasia khusus di resepnya. Hmm….yang pasti…sangat lezat ! Srupuuuuutz…!!

Sebagai “pendamping” ketika kita makan soto ini, di sana juga disediakan aneka lauk tambahan serta minuman, seperti tempe dan tahu goreng, lentho (ini enak lho, empuk, kesukaan ibu saya), irisan babad goreng, karak, kerupuk, rempeyek kacang tanah yang kemremes, irisan jeruk nipis, es teh manis, es beras kencur (yuhui …favorit saya nih …), dan masih banyak lagi.

Setiap kali mampir ke sana, warung soto yang berkapasitas tidak lebih dari 50 orang ini, nggak pernah sepi. Bahkan seringnya kita harus mengantri untuk mendapatkan tempat duduk. Tapi tenang saja, karena pelayanannya yang ramah jadi ngantripun tak terasa pegel he he he ..
Oya warung soto ini hanya buka dari pagi hingga siang. Jadi jangan coba-coba datang malam hari ya !