Archive for July, 2007

18
Jul

Puncak Prosesi di Candi Cetho

KARANGANYAR – Candi Cetho yang ada di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi kemarin dibanjiri ribuan umat Hindu. Berpakaian khas tradisional Bali, pengunjung berdatangan dari berbagai wilayah di penjuru nusantara. Upacara Pancawali Krama yang digelar pertama kali dimulai pukul 10.00.

Sejak pagi, umat Hindu sudah menapaki puluhan tangga di Candi Cetho, sambil membawa sesaji yang dipersembahkan Sang Hyang Widi Wasa. Selanjutnya, sesaji tersebut dijadikan satu di teras bagian atas candi yang digunakan untuk pusat acara.

Upacara Pancawali Karma dipimpin oleh seorang padande atau pendeta yang berpakaian putih. Sambil membakar dupa, pandende itu melafalkan doa. “Upacara Pancawali Krama merupakan upacara >pancaruan< , untuk menyingkirkan kotoran-kotoran dari jagat nusantara. Selain itu, merupakan sarana pemujaan terhadap Sang Hyang Widi Wasa sebagai pencipta alam semesta," papar Ketua Panitia Upacara Pancawali Krama Sunarto.

Read the rest of this entry »

18
Jul

Seri 3 : SD Negeri Karanganyar 3

Inilah sekolah yang telah berhasil membuat saya bersekolah dengan waktu yang paling lama diantara jenjang sekolah-sekolah lain. Bayangkan, enam tahun ! Dengan warna seragam yang sama, halaman tempat bermain yang itu-itu juga, guru-guru yang sama, teman main yang itu-itu juga..tapi kok nggak bosen ya, enjoy aja ! It means, there is something in there ! He he he sok nginggris.

SD Negeri Karanganyar 3 ini terletak di tengah kota karanganyar, dekat buk siwaluh. Sekolahku ini sering banget dijadikan tempat untuk rapat guru-guru sekaranganyar. Soalnya bangunan sekolah yang unik banget. Dinding penyekat antar kelas,  ternyata dapat dibuka. Jadi ketika dinding itu dibuka semua, maka ada suatu ruangan yang panjang terbentang. Bayangkan aja gabungan dari 4 kelas ! Di bagian depan ada halaman yang luasnya lebih dari luas lapangan bulu tangkis. Di bagian belakang ada rumah pak bon (penjaga sekolah) dan kebun. Read the rest of this entry »

13
Jul

Tata Upacara Mantu

Perhelatan Perkawinan Menurut Adat Jawa

1. Pasang Tarup
Pada umumnya bangunan rumah yang tidak besar (tidak luas), tidak dapat menampung jumlah tamu yang banyak, oleh karena itu dibuat bangunan tambahan. Agar suasana perjamuan tampak indah, serasi dan semarak, bangunan tambahan tersebut dihias dengan gaba-gaba, berupa janur (daun kelapa yang masih muda), pelisir pare-anom (hijau kuning) atau gula-kelapa (merah putih) dan sebagainya. Pemasangan bangunan tambahan, gaba-gaba beserta ragam hiasnya tersebut disebut tarup.

Pasang tarup merupakan awal kegiatan peralatan mantu. Berbarengan dengan tarup tersebut disertakan upacara selamatan (wilujengan) yang berisi doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rosulullah dan para leluhur, agar perhelatan perkawinan dapat berjalan dengan lancar dan selamat sehingga tercapai apa yang diharapkan.

Hal yang disiapkan adalah selamatan rasulan, nasi asahan, nasi golong, ketan, kolak dan apem.

2. Upacara Buangan (Bucalan, Jawa)
Pengadaan sesaji untuk roh halus (yang baik maupun yang tidak baik) agar menjaga segala penjuru bumi, sumber air, kekayuan besar dan lain sebagainya, sehingga tidak ada yang mengganggu bahkan diharapkan membantu. Macam buangannya adalah pecok bakal dan gecok mentah.

Read the rest of this entry »

09
Jul

Sunan Kalijaga Dalam Mengawinkan Budaya Jawa Dan Islam

Penciptaan Tembang

Salah satu kreatifitas Sunan Kalijaga dalam syiar Islam adalah dedngan menciptakan tembang-tembang. Salah satu tembang yang sangat terkenal hingga sekarang adalah Ilir-ilir. Tafsir tentang ilir-ilir lebih dari satu, tergantung sudut pandang masing-masing. Ilir-ilir terdiri dari dua bagian, yang pertama bagian penyadaran, sedangkan yang kedua adalah bagian peringatan.

Bagian pertama berbunyi :

Ilir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak senggoh penganten anyar

Read the rest of this entry »