<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Karanganyar.com &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://www.karanganyar.com/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.karanganyar.com</link>
	<description>Media Online dan Informasi Kota</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 May 2011 12:17:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Puncak Prosesi di Candi Cetho</title>
		<link>http://www.karanganyar.com/2007/07/18/puncak-prosesi-di-candi-cetho/</link>
		<comments>http://www.karanganyar.com/2007/07/18/puncak-prosesi-di-candi-cetho/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 08:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novrand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karanganyar.com/2007/07/18/puncak-prosesi-di-candi-cetho/</guid>
		<description><![CDATA[KARANGANYAR &#8211; Candi Cetho yang ada di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi kemarin dibanjiri ribuan umat Hindu. Berpakaian khas tradisional Bali, pengunjung berdatangan dari berbagai wilayah di penjuru nusantara. Upacara Pancawali Krama yang digelar pertama kali dimulai pukul 10.00. Sejak pagi, umat Hindu sudah menapaki puluhan tangga di Candi Cetho, sambil membawa sesaji yang dipersembahkan Sang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial; font-size: x-small;"> KARANGANYAR &#8211; Candi Cetho yang ada di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi kemarin dibanjiri ribuan umat Hindu. Berpakaian khas tradisional Bali, pengunjung berdatangan dari berbagai wilayah di penjuru nusantara. Upacara Pancawali Krama yang digelar pertama kali dimulai pukul 10.00.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: x-small;">Sejak pagi, umat Hindu sudah menapaki puluhan tangga di Candi Cetho, sambil membawa sesaji yang dipersembahkan Sang Hyang Widi Wasa. Selanjutnya, sesaji tersebut dijadikan satu di teras bagian atas candi yang digunakan untuk pusat acara.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: x-small;">Upacara Pancawali Karma dipimpin oleh seorang padande atau pendeta yang berpakaian putih. Sambil membakar dupa, pandende itu melafalkan doa. &#8220;Upacara Pancawali Krama merupakan upacara &gt;pancaruan&lt;, untuk menyingkirkan kotoran-kotoran dari jagat nusantara. Selain itu, merupakan sarana pemujaan terhadap Sang Hyang Widi Wasa sebagai pencipta alam semesta,&#8221; papar Ketua Panitia Upacara Pancawali Krama Sunarto.</span></p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: x-small;">Dia menambahkan, upacara itu juga memohon agar Tuhan menjauhkan bangsa Indonesia dari bencana. Upacara di Candi Cetho adalah puncak dari prosesi yang telah dilakukan sebelumnya. Yakni, di sungai Bengawan Solo, Pantai Parangkusumo Jogja, Pura Banguntapan Solo, dan Candi Cetho. &#8220;Upacara itu juga digelar setelah ada &gt;wisik&lt; atau petunjuk yang didapatkan Mangku Alit &#8211;seorang tokoh spiritual dari Bali,&#8221; tambahnya.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: x-small;">Rencananya, Pancawali Krama akan digelar kembali enam bulan mendatang, dalam skala yang lebih kecil. Dalam kesempatan itu turut hadir Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani. Dalam upacara itu, tidak sembarang orang bisa masuk ke area upacara.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: x-small;">Wisatawan domestik maupun mancanegara tidak diperbolehkan masuk area candi. Mereka hanya bisa melihat dari balik pagar kawat. Tak heran, puluhan wisatawan yang hadir di sana kecewa, karena tidak bisa ikut menyaksikan momentum ritual keagamaan itu.</span></p>
<p><em>Sumber : Radar Solo (18 Juli 2007) </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.karanganyar.com/2007/07/18/puncak-prosesi-di-candi-cetho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangunan Candi Hindu Ditemukan di Karanganyar</title>
		<link>http://www.karanganyar.com/2007/06/09/bangunan-candi-hindu-ditemukan-di-karanganyar/</link>
		<comments>http://www.karanganyar.com/2007/06/09/bangunan-candi-hindu-ditemukan-di-karanganyar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2007 22:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marshanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karanganyar.com/2007/06/09/bangunan-candi-hindu-ditemukan-di-karanganyar/</guid>
		<description><![CDATA[KARANGANYAR, SENIN &#8211; Sebuah bangunan candi kuno yang masih tertutup semak belukar, ditemukan di bukit Karang, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Bangunan Candi tersebut pertama ditemukan oleh masyarakat setempat, dilaporkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, dan setelah dicek ternyata benar, kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar Joko Suyanto, di Karanganyar, Senin (4/6). Ia mengatakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333333;">KARANGANYAR, SENIN &#8211; Sebuah bangunan candi kuno yang masih tertutup semak belukar, ditemukan di bukit Karang, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Bangunan Candi tersebut pertama ditemukan oleh masyarakat setempat, dilaporkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, dan setelah dicek ternyata benar, kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar Joko Suyanto, di Karanganyar, Senin (4/6).<span id="more-17"></span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333333;">Ia mengatakan, candi yang ditemukan itu letaknya di punggung Gunung Lawu dengan ketinggian sekitar 1.400 meter dari permukaan laut, sebelah utara Candi Ketek yang ditemukan beberapa tahun lalu.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333333;">&#8220;Kalau melihat letaknya candi tersebut memang satu deretan dengan Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Candi Ketek, kemungkinan peninggalan Candi Hindu,&#8221; katanya.Ia mengatakan, terkait dengan penemuan candi tersebut, dalam waktu dekat juga akan dilaporkan ke Dinas Purbakala Jawa Tengah, untuk dilakukan pengecekan. Menurut dia, setelah dilakukan pengecekan diharapkan dapat melengkapi sebagian tempat objek wisata yang dikembangkan di Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Candi Ketek.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333333;">Pengembangan objek wisata ini diharapkan dapat meningkatkan sektor perekonomian di daerah ini, khususnya pariwisata tahun 2007 bisa menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp700 juta.</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333333;">Target PAD dari sektor Pariwisata tahun 2007 Rp700 juta, dan realisasi sampai saat ini sekitar Rp200 juta</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333333;"> , sedangkan target tahun 2006 Rp600 juta bisa dicapai, katanya. (Antara/dth)</span></p>
<p><!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.karanganyar.com/2007/06/09/bangunan-candi-hindu-ditemukan-di-karanganyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelantikan Kepala Desa Hasil PILKADES</title>
		<link>http://www.karanganyar.com/2007/05/22/pelantikan-kepala-desa-hasil-pilkades/</link>
		<comments>http://www.karanganyar.com/2007/05/22/pelantikan-kepala-desa-hasil-pilkades/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 03:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marshanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karanganyar.com/2007/05/22/pelantikan-kepala-desa-hasil-pilkades/</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 93 kades yang dipilih dalam PILKADES 15 Feberuari lalu secara resmi dilantik Bupati Karanganyar Rina Iriani di Pendapa Pemkab. Diantara para cakades yang dilantik untuk masa jabatan enam tahun ini adalah tiga istri anggota DPRD Karanganyar. Selain itu, juga terdapat 8 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski dilantik mereka tetap diminta untuk cuti di luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Sebanyak 93 kades yang dipilih dalam PILKADES 15 Feberuari lalu secara resmi dilantik Bupati Karanganyar Rina Iriani di Pendapa Pemkab. Diantara para cakades yang dilantik untuk masa jabatan enam tahun ini adalah tiga istri anggota DPRD Karanganyar. Selain itu, juga terdapat 8 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski dilantik mereka tetap diminta untuk cuti di luar tanggungan Negara. Artinya Negara tidak memberikan gaji selama yang bersangkutan menjabat sebagai Kades. â€œSama seperti saya yang guru kemudian menjadi bupati. Otomatis saya cuti dan tidak menjadi tanggungan Negaraâ€ papar Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani.<span id="more-13"></span></p>
<p class="MsoNormal">Rina Iriani disela-sela pelantikan mengarakan, hasil pilkades memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Ini semua tidak lepas dari iklim demokrasi yang mengharuskan ada yang menang dan kalah. Diharapkan, para kades juga harus bisa merangkul semua eleman masyarakat termasuk para calon dan pendukung yang kalah. â€œSaya berpesan kepada semua kades untuk secepatnya memulihkan kondisi keamanan pasca pilkades sehingga tidak mengganggu proses pembangunanâ€.</p>
<p class="MsoNormal">Khusus kades yang masih tercatat sebagai PNS, Rina akan mengkaji dahulu julak dan juknis bagaimana proses administrasi selanjutnya apakah harus mundur atau cuti sementara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.karanganyar.com/2007/05/22/pelantikan-kepala-desa-hasil-pilkades/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peresmian Gedung Baru SMP Negeri 2 Karanganyar</title>
		<link>http://www.karanganyar.com/2007/02/10/peresmian-gedung-baru-smp-negeri-2-karanganyar/</link>
		<comments>http://www.karanganyar.com/2007/02/10/peresmian-gedung-baru-smp-negeri-2-karanganyar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2007 03:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marshanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karanganyar.com/2007/02/10/peresmian-gedung-baru-smp-negeri-2-karanganyar/</guid>
		<description><![CDATA[Bangunan SMP Negeri 02 Karanganyar yang kurang layak dan memadai sebagai sekolah yang berstatus STN (Sekolah Standart Nasional) kali ini telah diperbaiki dan ditambah beberapa ruang untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Untuk menandai mulai digunakan gedung baru tersebut, Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.Pd, M.Hum, meresmikan dengan penandatanganan prasasti. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangunan <strong>SMP Negeri 02 Karanganyar</strong> yang kurang layak dan  memadai sebagai sekolah yang berstatus STN (Sekolah Standart Nasional) kali ini  telah diperbaiki dan ditambah beberapa ruang untuk mendukung Kegiatan Belajar  Mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Untuk menandai mulai digunakan gedung baru  tersebut, Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.Pd, M.Hum,  meresmikan dengan penandatanganan prasasti.</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapannya, dengan  adanya perbaikan gedung SMP Negeri 02 Karanganya diharapkan dapat mendukung  dalam mempertahankan dan meningkatkan prestasi sekolah, sebagaimana telah  berlangsung SDM baik Tim Pengajar, maupun siswa. Hal ini disebabkan karena bagus  tidaknya reputasi bangsa tergantung dari pendidikan dan SDM.</p>
<p>Sementara Ketua Komite Sekolah Drs. Dalino, SH, MM dalam  laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung tersebut menghabiskan biaya Rp.  628 Juta dari bantuan Pemerintah, pihak sekolah dan Wali murid. Pembangunan  gedung tersebut meliputi ruang Lab. Bahasa, Komputer, Multimedia, Kepala  Sekolah, dan Tata Usaha (TU).</p>
<p>Hadir pula dalam acara tersebut pejabat Pemkab Karanganyar, dan  Pengurus Komite Sekolah.</p>
<p><em>Sumber : Kantor Informasi dan Komunikasi Kab. Karanganyar</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.karanganyar.com/2007/02/10/peresmian-gedung-baru-smp-negeri-2-karanganyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

