22
May

Rencana Strategis Pengembangan APEKA

Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) adalah sebuah institusi pendidikan yang berdiri pada tanggal 17 Juni 1985. Sebagai lembaga pendidikan tinggi , institusi ini menyelenggarakan pendidikan jurusan Produksi Ternak dengan tujuan menghasilkan lulusan ahli madya peternakan yang professional yang berjiwa wirausaha, serta melakukan penelitian dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki.

Read the rest of this entry »

22
May

Konsepsi Menuju Kesetaraan Jender Melalui Peran Dan Proses Pendidikan

(Konsepsi Mangkoenagoro I)

Pada waktu dunia barat yang dianggap maju dalam pemikiaran kesetaraan jender baru dimulai pada abad 19, ternyata bangsa Indonesia telah memiliki Pangeran Sambernyawa yang tidak hanya bercita-cita tetapi telah mampu mengaplikasikan konsep kesederajadan pria dan wanita satu abad sebelumnya. Dengan melibatkan wanita dalam proses perjuangan bersenjata melawan kumpeni (1741-1756) dan setelah berdirinya Praja Mangkunagaran (1757 M). Read the rest of this entry »

22
May

Pelantikan Kepala Desa Hasil PILKADES

Sebanyak 93 kades yang dipilih dalam PILKADES 15 Feberuari lalu secara resmi dilantik Bupati Karanganyar Rina Iriani di Pendapa Pemkab. Diantara para cakades yang dilantik untuk masa jabatan enam tahun ini adalah tiga istri anggota DPRD Karanganyar. Selain itu, juga terdapat 8 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski dilantik mereka tetap diminta untuk cuti di luar tanggungan Negara. Artinya Negara tidak memberikan gaji selama yang bersangkutan menjabat sebagai Kades. “Sama seperti saya yang guru kemudian menjadi bupati. Otomatis saya cuti dan tidak menjadi tanggungan Negara” papar Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani. Read the rest of this entry »

19
May

Sejarah Perdirinya Puro Mangkunegaran

Memperingati 250 tahun berdirinya Puro Mangkunegaran tentunya tidak lepas dari perjuangan RM Said/Pangeran Sambernyawa. Beliau adalah Pendiri Praja Mangkunegaran sekaligus Pahlawan Nasional Bangsa Indonesia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa pahlawannya. Pangeran Sambernyawa berjuang di jalan Allah melawan penjajah Belanda selama 16 tahun. Dasar utama perjuangan beliau adalah mengenyahkan Belanda dari bumi Mataram dan usaha menyatukan Mataran dalam satu pemerintahan. Read the rest of this entry »

22
Feb

Soto Triwindu

Soto Triwindu ini adalah soto favorit bapak saya, yang akhirnya juga jadi favorit anak-anaknya bahkan menantunya ! Kata bapak saya, beliau mulai jadi pelanggan warung soto ini sejak beliau masih SD. Wah ! Bener-bener pelanggan fanatik.

Warung Soto Triwindu ini terletak di dekat Pasar Triwindu, Solo. Pasar Triwindu merupakan pasar tradisional yang menjual aneka barang antik khas Solo, dan barang-barang spare-part mesin yang terbuat dari besi. Walaupun begitu, tempat sekitar warung ini tetap saja bersih. Jadi bagi pengunjung yang bersantap di sana, tetap merasa nyaman.

Bentuk bangunan warung ini masih tradisional. Read the rest of this entry »

16
Feb

Seri 2 : TK Teladan

TK Teladan adalah sekolah pertama saya. Letaknya di Jl. Lawu, depan Gedung PKK Karanganyar (gedung di sebelah kiri kantor BPN). Tapi beberapa waktu yang lalu, ketika saya lewat TK tersebut, namanya sudah diganti bukan lagi TK Teladan. Wah ? Kenapa ya ?

Read the rest of this entry »

10
Feb

Warung Pecel Bu Ugie Tawangmangu

Warung Pecel Bu UgieSemasa masih kecil, mungkin sekitar SD, saya sering diajak berenang ke Balekambang, Tawangmangu. Kebayangkan betapa dingin airnya, brrr.. seperti air es ! Seneng banget lho, tau sendiri gimana sensasi bermain air. Tapi abis itu perut jadi lapeeerrr. Kami sekeluarga biasanya langsung mencari makan siang yang mengenyangkan dan hangat.

Pilihannya selalu jatuh ke Warung Pecel Bu Ugie. Weks ! Pecel ? Kaget ya ? Memangnya anak-anak jaman sekarang, bentar-bentar makan mekdi atau KFC ? Jaman dulu nggak ada fastfood seperti itu. Tapi malah beruntung ya, jadi makanan kita lebih sehat. Kembali ke pecel. Pecel memang bukan makanan yang rumit, terdiri dari sayuran dan sambel kacang, disajikan dengan nasi putih hangat plus telur mata sapi. Walau agak sedikit pedas (menurut lidah saya yang nggak suka pedes), tapi tetep aja yummy ! Setelah itu ditutup dengan sop buntut yang hangat dan gurih. Hmmm….sluuurp !

Read the rest of this entry »

10
Feb

Peresmian Gedung Baru SMP Negeri 2 Karanganyar

Bangunan SMP Negeri 02 Karanganyar yang kurang layak dan memadai sebagai sekolah yang berstatus STN (Sekolah Standart Nasional) kali ini telah diperbaiki dan ditambah beberapa ruang untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Untuk menandai mulai digunakan gedung baru tersebut, Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.Pd, M.Hum, meresmikan dengan penandatanganan prasasti.

Read the rest of this entry »

09
Feb

Seri 1 : Karanganyar

Karanganyar yang saya ingat adalah sebuah daerah yang terletak di lereng Gunung Lawu, sebelah timur kota Solo. Kota yang tenang dan nggak bising, apalagi macet. Karanganyar jauh dari sebutan sebagai kota besar, nggak ada mall, nggak ada bioskop 21. Memang ada toko-toko kelontong yang besar, namun masih belum menggunakan sistem swalayan.

Ketika umur saya 4 tahun, pertama kali saya datang ke kota ini. Mengikuti orang tua yang pindah tugas dari Semarang. Karena masih kecil memang tidak banyak yang saya ingat saat itu. Mungkin hanya sesuatu yang sangat “membekas”, yang masih sanggup tersangkut di memori saya.

Saat itu saya tinggal di Komplek Perum Pelita di daerah Harjosari, Bejen. Tepatnya di sebelah timur terminal bus Bejen. Kalo tidak salah waktu itu, Perum Pelita termasuk kawasan elit. Di sana banyak tinggal pejabat-pejabat pemerintahan yang berpengaruh saat itu. Tapi apa pengaruhnya buat saya (:p), saya hanyalah anak kecil yang masih TK. Tidak peduli dengan kawasan elit atau istilah pejabat. Yang saya ingat, di sana banyak anak-anak kecil, teman main yang sebaya. Saat itu yang paling asyik adalah saya bisa main perang-perangan di kebun-kebun, cari ikan di sungai, main sepeda keliling komplek. Hal yang sangat jarang bisa dilakuin oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan oleh anak saya sekalipun !

09
Feb

Perumpamaan Dalam Busana Kejawen

Busana adat Jawa biasa disebut sebagai busana kejawen yang mempunyai perlambang atau perumpamaan terutama bagi orang Jawa yang biasa mengenakannya. Busana kejawen penuh dengan piwulang sinandhi, kaya akan ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa.

Ajaran dalam busana kejawen ini merupakan ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni, yang berkaitan dengan aktivitasnya sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan sesame manusia, dengan diri sendiri, maupun dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Read the rest of this entry »